Artikel
Alih Fungsi Lahan
Alih Fungsi Lahan, Picu Konflik Gajah Manusia

Pekanbaru. Konflik manusia- gajah terulang lagi di provinsi Riau. Dalam dua pekan terakhir bulan Oktober telah terjadi tiga kali konflik manusia-gajah bahkan salah satu nya yaitu konflik yang terjadi di Tasik Serai kabupaten Bengkalis sempat menelan satu korban jiwa. Korban tersebut merupakan seorang buruh kontrak penanaman akasia di perkebunan akasia milik PT. Arara Abadi. Selain itu, disekitar kawasan Balai Raja Kabupaten Bengkalis dilaporkan juga terjadi serangan gajah ke perkebunan dan pemukiman masyarakat sekitar.
Sementara itu, sekelompok gajah liar memasuki pemukiman masyarakat di desa Anak Talang, salah satu desa penyangga Taman Nasional Bukit Tigapuluh. Pada Selasa ( 31/10) tim BKSDA Riau bersama tim dari WWF- Riau menuju lokasi. Lewat koordinasi dengan kepolisian Indragiri Hulu, pada Rabu (1/11) Kapolres Inhu didampingi Kasat Intel Polres Inhu turun langsung ke lapangan dan bersama dengan BKSDA dan WWF meninjau lokasi yang dirusak oleh kawanan gajah tersebut.
Tim WWF dan BKSDA Riau memberikan sosialisasi kepada masyarakat sekitar teknik pengusiran gajah liar yang baik dengan harapan tidak mecelakai ke dua belah pihak baik gajah atau manusia. Hasil dari peninjuan tim ke lapangan, disimpulkan bahwa kawanan gajah yang berpencar telah kembali bersatu dan menuju arah habitat mereka yang ada di daerah sekitar yang dikenal dengan nama Serangge.