penelitian arkeologi penelitian arkeologipenelitia penelitian arkeologi penelitian arkeologipenelitia ( detail )

 



"Saya sangat kagum dengan awak. Ide-ide dan sumber sangat menyentuh sekali. Selama ini saya selalu bertindak dan berfikir positif kepada anak dan sudah merasa cukup, ternyata masih banyak rahasia lain lagi. Terima kasih sobat...."
Apeth JJ,
Pengusaha (Dabo Singkep Riau)

"Senang berkenalan dengan Bapak. Ini adalah seminar dan pembelajar an yang pertama yang saya ikuti setelah saya menikah. Saya tamatan SMA dan 6 th bekerja di sebuah bank pemerintah (BRI). Menyukai buku sebagai teman kala sendiri. Gemar belajar untuk membenahi diri, tapi sayang sangat emosional dan mudah tersinggun g. Tapi semoga setelah beberapa jam mendengar celotehan bermutu dari Bapak (maaf menggunaka n kata celoteh biar akrab aja) saya bisa lebih sabar dengan 2 buah hati yang saya lahirkan, yang juga demi pekerjaan mulia sebagai ibu rumah tangga yang jadi cita-cita saya sejak tamat SMA. (Lucu juga punya cita-cita jd ibu rumah tangga,kar ena saya sering jd juara kelas sejak SMP. Ini semua karena buku-buku yang saya baca,kalau wanita itu mulianya di rumah, mengurus mahkluk yang paling mulia yaitu manusia). Tp saya lupa. Saya tidak dibekali ketrampila n mengurus rumah tangga,krn saya anak manja yg hny rajin belajar. Sehingga rutinitas yg cukup melelahkan yang tak henti-hent inya membuat anak sering jadi sasaran kemarahan. Oh ya. Gak nyangka bpk asli Riau, Daik, cukup jauh.Cukup terpincil, tp telah melahirkan bibit yang begitu hebat. Banar,nila i bukan segalanya atau sumber kesuksesan ,tapi memiliki kebahagiaa n hidup adalah yang utama,apal agi bila belajar adalah perkara yg menyenangk an. Semoga bapak berhasil menyentuh banyak hati di negeri ini yang mau memperlaku kan buah hati mereka dengan cara terbaik,ka rena sesungguhn ya anak adalah harta yang termahal yang kita miliki sepanjang hidup. Terima kasih atas perhatian yang bapak berikan untuk keluhan-ke luhan saya menjelang maghrib tadi.Sampa i jumpa lg. July 2008"
seorang ibu peserta seminar di Tg.Pinang,
Ibu Rumah Tangga (Tg.Pinang-Kepulauan Riau)


» Lihat Testimonial





Artikel

Artikel
Alih Fungsi Lahan
Alih Fungsi Lahan, Picu Konflik Gajah Manusia

Pekanbaru. Konflik manusia- gajah terulang lagi di provinsi Riau. Dalam dua pekan terakhir bulan Oktober telah terjadi tiga kali konflik manusia-gajah bahkan salah satu nya yaitu konflik yang terjadi di Tasik Serai kabupaten Bengkalis sempat menelan satu korban jiwa. Korban tersebut merupakan seorang buruh kontrak penanaman akasia di perkebunan akasia milik PT. Arara Abadi. Selain itu, disekitar kawasan Balai Raja Kabupaten Bengkalis dilaporkan juga terjadi serangan gajah ke perkebunan dan pemukiman masyarakat sekitar.

 

Sementara itu, sekelompok gajah liar memasuki pemukiman masyarakat di desa Anak Talang, salah satu desa penyangga Taman Nasional Bukit Tigapuluh. Pada Selasa ( 31/10) tim BKSDA Riau bersama tim dari WWF- Riau menuju lokasi. Lewat koordinasi dengan kepolisian Indragiri Hulu, pada Rabu (1/11) Kapolres Inhu didampingi Kasat Intel Polres Inhu turun langsung ke lapangan dan bersama dengan BKSDA dan WWF meninjau lokasi yang dirusak oleh kawanan gajah tersebut.

 

 

Tim WWF dan BKSDA Riau memberikan sosialisasi kepada masyarakat sekitar teknik pengusiran gajah liar yang baik dengan harapan tidak mecelakai ke dua belah pihak baik gajah atau manusia. Hasil dari peninjuan tim ke lapangan, disimpulkan bahwa kawanan gajah yang berpencar telah kembali bersatu dan menuju arah habitat mereka yang ada di daerah sekitar yang dikenal dengan nama Serangge.

Admin

[Dibaca 539 kali]